42. Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkanmu[692]. apakah kamu dapat menjadikan orang-orang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti.
[692] artinya: mereka pada lahirnya memperhatikan apa yang dibaca oleh Rasulullah dan apa yang diajarkannya, sedangkan hati mereka tidak menerimanya
Sebagian dari orang musyrik Makkah ada juga yang mendengarkan ucapan Muhammad, tapi ada yang mengejek”Apa bisa orang yang pura-pura tuli dan tidak mau mendengar menjadi orang yang mau mendengar?" Karena mendengar saja tidak mau. Itulah orang-orang yang hanya punya akal tapi tidak mau berpikir. Diberi pendengaran tapi tidak dimanfaatkan dengan baik atau untuk mendapatkan manfaat
43. Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu[693], apakah dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan
[693] artinya: menyaksikan tanda-tanda kenabianmu, akan tetapi mereka tidak mengakuinya
Ayat ini masih berhubungan dengan ayat sebelumnya. Kondisi orang kafir Makkah ketika melihat Nabi membaca Al-Qur’an. Ada yang melihat dari kejauhan, kelihatannya sih mendengar tapi cuma mengintai dan sesaat dan tidak bersungguh-sungguh dan mengejek apa Muhammad mampu memberi petunjuk pada orang yang buta mata hatinya. Intinya mereka tidak senang dengan ajaran Muhammad. Mereka merespon ajaran Nabi dengan cara bermacam-macam sikap. Ada yang jelas-jelas menolak langsung. Ada yang pura-pura mendengarkan tapi setengah hati, dan ada juga yang hanya melihat dari kejauhan.
.
44. Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia Itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.
Zalim itu difinisinya tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. Lawannya Zalim adalah adil. Zalim bisa terhadap Allah dengan tidak menjalankan perintahNya. Terhadap diri sendiri,pada dasarnya setiap hati manusia memiliki hak untuk beriman pada Allah, kalau tidak mengimani berarti menzalimi diri sendiri. Sedang zalim terhadap orang lain seperti berbuat curang karena mengambil yang bukan haknya. Allah tidak pernah menzalimi manusia, tapi manusia sendiri lah yang sering berbuat zalim.
Selasa, 24 November 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
